火曜日, 10月 10, 2006

Just For A Brief Lil Laugh


Mengikuti Petunjuk Pada Kemasan Obat

Seorang pasien datang mengeluhkan penyakitnya yang tidak sembuh-sembuh.

Pasien : "Dok, penyakit saya kok nggak semubuh-sembuh juga ya?"
Dokter : "Lho... bukankah bapak sudah saya kasih petunjuk obat yang harus bapak beli?"
Pasien : "Betul, Dok. Dan kata dokter juga saya harus mengikuti petunjuk yang ada di obat tersebut."
Dokter : "Iya... Kalo bapak ikuti dengan benar harusnya penyakit bapak bisa sembuh. Memangnya apa yang bapak lakukan?"
Pasien : "Di obat itu kan tertulis 'Tutup dengan rapat. Simpan di tempat yang sejuk, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak'. Saya sudah laksanakan dengan benar, dok. Anak-anak saya tidak ada yang tau kalo saya nyimpan obat di lemari pakaian saya. Benar-benar aman pokoknya, dok.."
Dokter : "... ??!!?"

Rahasia Bayi yang Baru Lahir

Seorang bayi yang baru lahir, yang masih berada di rumah sakit, berkata kepada bayi yang berbaring di sampingnya, "Aku pasti bayi laki-laki!"
Bayi yang satunya bertanya, "Kok kamu yakin?"
"Rahasianya ada di bawah selimutku ini; Aku dapat memperlihatkannya padamu ...."
"Aku mau lihat! aku mau lihat!"
"Sssstt!! Tunggu sampai suster-susternya pergi deh ....!"
Beberapa menit kemudian, "Aku bisa ngeliatin ke kamu sekarang ... nihh lihat nihhh ...."
Perlahan bayi itu menyingkirkan selimutnya, dan bayi yang satunya langsung berusaha melihatnya. "Bisa lihat nggak?" tanya bayi yang pertama. "Yang di bawah ini lho."
"Apa sih?" tanya bayi yang satunya.
"Aku pakai kaos kaki biru!"

Resep Anak Tidak Mau Minum ASI

Siang itu seorang ibu membawa anaknya kepada seorang dokter...

"Keluhannya apa bu...?", tanya dokter.
"Anu.. anak saya sudah dua minggu ini enggak mau netek dok...", keluh si ibu.
"Maaf bu, bisa saya periksa panyudara ibu?", pinta dokter.
"Silahkan, yang penting anakku mau netek lagi.", jawab si ibu.

Setelah semenit memeriksa, dokter kemudian menulis resep untuk sang ibu dengan pesan, "Bu, resep ini enggak usah ditebus, baca aja dirumah.".

Setelah dibuka dirumah ternyata resepnya berbunyi:
"TOLONG SURUH SUAMI IBU BERHENTI MEROKOK... ANAK KECIL BENCI BAU ROKOK..."


Istilah KB Belum Tentu Keluarga Berencana

Boleh dong sedikit bilang istilah alat kontrasepsi/K.B, tapi yakinlah bukan buat mengajari free sex. Dan dijamin 100% tidak porno dan jauh dari istilah pornografi. Coba dengarkan :

1. Kawin sudah lima tahun,belum punya anak: Kurang Bisa
2. Kawin sudah 5 tahun,punya anak 1 doang : Kurang Bergairah
3. Kawin sudah 5 tahun,lalu punya 3 anak : Kumpul Bocah
4. Kalo 5 tahun pacaran belum kawin juga : Kagak Berani
5. Kalo pacaran lalu melendung kecelakaan : Keburu Bunting
6. Kalo kagak punya pacar atau calon bini : Kayaknya Bencong

Ketularan Flu Hongkong

"Dokter," kata seorang ayah lewat telepon, "Putera saya menderita Flu Hongkong."

"Saya tahu,"sahut dokter."Kemarin saya telah kerumah anda dan memberinya obat. Pisahkanlah dia dari semua orang yang ada dirumah."

"Tapi, dokter," kata ayah yang cemas itu."Dia telah mencium pembantu rumah tangga kami.""Kasihan. kalau begitu dia juga perlu dikarantina.""Tapi, dokter, saya juga telah mencium pembantu itu."

 "Wuah, ini rumit. Berarti anda juga sudah menyimpan benih penyakit itu."

"Ya, dan tidak lama setelah itu, saya juga mencium isteri saya."

"Celaka," seru sang dokter, "kalau begitu saya sudah ketularan."

Tarif Montir Lebih Mahal dari Dokter

Seorang dokter hendak mengambil mobilnya yang baru direparasi dibengkel.

"Mahal amat, hanya untuk satu jam kerja!" ia menggerutu.
"Bagaimana mungkin tarif montir lebih mahal daripada tarif dokter?"
"Begini, pak," kata montir itu.
"Cara menghitung ongkosnya memang lain. Kalian para dokter kan mengerjakan tubuh yang modelnya sama terus dari zaman dulu. Sementara kami harus terus mengikuti perkembangan zaman. Tiap tahun mobil model baru selalu keluar dan kami harus mempelajari teknik memperbaikinya. Jadi, harap maklum kalau ongkosnya mahal."

                            

木曜日, 9月 21, 2006

Thanks for sharing...Agnes!

Ngga nyangka iseng2 kemaren lagi searcing di Google artikel2 tentang gimana Ramadhan & Lebaran di Luar Negeri...eeehhh, malah nemu satu blog milik salah satu temen sejawat alumnus FK UNPAD'93, Agnes Tri Hardjaningrum (mungkin temen2 ada yang kenal juga kali?)....ya ampuuuunnn, kayak kesentil apa gw gitu pas nguprek2 blognya...baguuuussss banget & sangat menyentuh & "kena" banget (at least buat gw sih)...isinya beda dari blog2 yang sering gw baca2 selama ini...& bahasanya itu lhoooooo, "cantik" banget & mungkin itulah yang bisa buat introspeksi jadinya...

Agnes ini lagi tinggal di Belanda nemenin suaminya ambil PhD di Groningen, Belanda...punya anak balita 2 orang (wuiiiihhh...ngga kebayang deh gw yang punya satu aja kok udah sering banget ngeluh ya...jadi malu beneran)...semua posting-nya dibuat selama dia tinggal di Groningen...gw sendiri belom baca semua posting-nya (banyak & panjang2 aja sih kebanyakan tiap postingnya)...tapiiiii, so far yang gw baca ngga ada yang gw bilang jelek...TOP bener orang ini nurut gw...2 thumbs up!...bisa dijadiin teladan juga buat para ibu2 & cewek2 yang kelak akan menjadi seorang ibu nantinya...

Ada satu artikel yang gw suka banget...pas bacanya, gw jadi ngerasa "ngga sendiri" lagi...lhooo, apa maksudnya?...iyaaa, ternyata apa yang gw alamin or hadapin selama belajar & tinggal di LN  bareng suami & anak kok ada juga yang ngadepin masalah2 yang hampir2 sama banget...bener2 kok gw kayak bercermin ama masalah2 yang gw hadapin selama di Jepang sini...meskipun situasi & kondisi yang dihadapin so pasti ada lah bedanya antara di Groningen ama di Yamanashi. Udah lama sebenernya gw juga pengen bikin tulisan yang isinya curhatan perasaan gw kalo lagi kena masalah tertentu & feeling down...tapi, ternyata oh ternyata...thanks lagi buat Agnes ya yang udah ngerangkum & bikin tulisan yang cantik banget untuk hal ini....Dan setelah bacanya, tulisan ini bener2 bikin gw untuk terpicu gw harus sabar, kuat, tabah, ngga "cengeng" dalam ngejalanin hidup di sini...I MUST BELIEVE I CAN DO IT...ya memang inilah bagian dari hidup gw yang udah diatur dari yang di Atas, harus gw lewatin baik suka maupun dukanya...THANKS YA AGNES FOR YOUR INSPIRED POSTING!

Ini gw coba lampirin postingnya itu....

PROBLEMA MENDAMPINGI SUAMI BELAJAR DI NEGERI BELANDA

     
by Agnes Tri Harja... on Wed, 2004-11-03 04:29
 

Menemani suami mengenyam pendidikan di negeri Belanda, seolah merupakan kenyataan yang menyenangkan dan membuat iri banyak orang. Namun, mengalaminya tidak lah semudah yang dibayangkan. Apalagi bagi para ibu yang mempunyai anak berusia balita dan terbiasa bekerja di Indonesia. Jika tidak diantisipasi, hal ini bahkan bisa mempengaruhi keberhasilan belajar sang suami. Tak dapat dipungkiri bahwa belajar di luar negeri bagi mereka yang membawa keluarga mempunyai beban tersendiri. Di negeri ini, hanya mahasiswa PhD yang umumnya bisa membawa keluarga. Selain karena lamanya studi yang memakan waktu 4 sampai 5 tahun, jumlah beasiswa yang didapat juga relatif mencukupi untuk bisa membawa keluarga. Dalam kondisi seperti ini istri memegang peranan kunci dalam kesuksesan belajar suami serta menjaga kualitas keharmonisan keluarga.

Pepatah Inggris mengatakan �If mommy happy everyone happy, but if mommy sad everyone sad� (jika ibu bahagia, semua orang bahagia, namun jika ibu sedih, semua orang akan turut bersedih). Pepatah ini memang terbukti disini. Suami tidak akan dapat belajar dengan tenang ketika istri selalu sedih, marah-marah, dan tak dapat mengurus suami serta anak-anaknya dengan baik. Sebaliknya, ketika seorang ibu bahagia dia dapat mengatasi semua masalah yang ada, dan dengan sepenuh hati bertahan bertahun-tahun mendukung suami belajar. Menjadi bahagia ketika beragam masalah datang memang sulit, apalagi �terasing� di negeri orang. Namun, kenyataan diatas menunjukkan bahwa masalah psikologis ibu merupakan hal yang teramat penting sehingga perlu diupayakan agar ibu selalu berada dalam kondisi bahagia.

Masalah dan kiat-kiat mengatasinya

Potensi ketidakbahagiaan terutama banyak muncul pada ibu yang di Indonesia terbiasa bekerja, terbiasa menggunakan jasa pembantu, baby sitter, atau �kakek-nenek sitter�. Seorang teman bahkan mengatakan bahwa dirinya merasa bahagia hanya ketika akhir pekan tiba. Karena, saat inilah suaminya bisa membantu meringankan pekerjaan atau menyegarkan suasana dengan pergi berlibur. Pada umumnya, para ibu yang lain pun merasakan hal yang sama. Masalah yang sering menjadi pemicu kegundahan hati biasanya adalah kejenuhan, anak yang sakit, musim yang tidak bersahabat, dan masalah ekonomi.

Di negeri Belanda, jasa pembantu dan tempat penitipan anak terbilang mahal, apalagi untuk kocek mahasiswa. Biaya Kinderopvang (tempat penitipan anak) sekitar 204 � 270 Euro per full day, per bulan. Jasa oppas (baby-sitter) 2,27-4,54 Euro per jam. Karena itu tidak ada seorang pun yang dapat diandalkan selain ibu. Biasanya kondisi ini menyebabkan ibu terjebak dalam rutinitas mengurus rumah dan keluarga yang melelahkan dan membosankan. Ibu tidak lagi mempunyai waktu untuk diri sendiri, dan mengabaikan kepuasan batinnya sendiri. Akibatnya ibu menjadi sensitif, sering marah, labil, kehilangan kesabaran, dan terkadang mengabaikan pekerjaan rumah tangga.

Untuk mengatasi keadaan tersebut, saling mendukung antara suami dan istri sangat diperlukan. Suami harus paham bahwa istri juga membutuhkan pupuk bagi jiwanya sendiri agar dapat memberikan yang terbaik bagi keluarga. Suami sebaiknya sesekali meluangkan waktu khusus menggantikan ibu mengurus anak-anak, supaya ibu dapat keluar rumah sendiri untuk memperoleh energi baru. Waktu menyendiri ini dapat digunakan ibu untuk bersosialisasi, bertemu dengan sesuatu yang baru, berjalan-jalan sendiri, atau kegiatan lain yang dapat membuat ibu merasa tidak kehilangan privacy nya.

Selain itu, disiplin mengatur waktu penting dilakukan agar tersisa waktu bagi ibu untuk memuaskan batinnya sendiri, misalnya dengan membaca buku, menulis, atau melakukan hobi lainnya. Peneguhan positif yang diucapkan berulang-ulang juga dapat dijadikan obat ketika rasa jenuh dan bayangan-bayangan negatif bermunculan. Ibu dapat meneguhkan diri betapa mulianya pekerjaan baru ini, betapa bersyukurnya mendapat kesempatan seperti ini, atau mengucapkan berbagai peneguhan positif lainnya.

Pemicu kedua, biasanya terjadi ketika anak sedang sakit. Anak membutuhkan perhatian tambahan, sementara tugas rumah tangga lain tetap menanti. Belum lagi Belanda mempunyai peraturan sendiri perihal kesehatan. Sebelum mendatangi tempat praktek dokter keluarga (huisart), pasien harus melakukan perjanjian terlebih dahulu. Untuk penyakit-penyakit yang dianggap ringan biasanya pasien baru bisa bertemu huisart, sehari atau beberapa hari setelah perjanjian. Perjanjian yang memakan waktu ini, kadang kala membuat ibu semakin gelisah.

Selain itu dokter-dokter di Belanda sangat berhati-hati memberikan obat karena berusaha untuk memberikan pengobatan yang rasional. Jangan heran bila seorang anak menderita demam beberapa hari tetapi dokter tidak memberikan obat apapun. Dokter hanya akan menganjurkan untuk minum banyak cairan. Obat penurun panas pun baru diberikan bila suhu badan mencapai 40- 41 derajat celsius. Hal ini tentu saja mencengangkan dan menambah kegelisahan ibu, karena di Indonesia anak yang sakit pada umumnya terbiasa di bombardir obat-obatan.

Kepercayaan bahwa dokter tidak akan menjerumuskan pasiennya dan meyakini bahwa pengobatan rasional akan lebih baik bagi anak, akan sangat membantu menenangkan hati ibu. Pengetahuan mengenai seluk beluk penyakit seringkali menjadi senjata ampuh untuk memperkuat keyakinan tersebut. Karena itu, bila kekhawatiran masih saja muncul, ibu dapat bertanya lebih banyak kepada dokter, atau mencari tahu tentang penyakit tersebut melalui buku serta internet. Disini akses internet dapat diperoleh dengan mudah dan murah, 24 jam online, sehingga informasi lebih mudah didapat. Sistem asuransi kesehatan di negara ini juga berfungsi dengan baik sehingga masalah biaya pengobatan tidak perlu menambah beban kekhawatiran. Untuk itu membayar asuransi kesehatan penting dilakukan karena bila berobat ke dokter tanpa asuransi, biaya yang dikenakan akan jauh lebih besar.

Masalah ketiga adalah musim yang tidak bersahabat. Cuaca di Indonesia yang terbilang ramah dan selalu membuat semangat baru saat mentari terbit, sangat berbeda dengan iklim di sini. Begitu bangun di pagi hari, mendung sering menggelayut, membuat hati pun diselimuti kabut. Belum lagi hawa dingin yang menyergap, rasanya enggan untuk beranjak meninggalkan rumah.
Ketika hati gundah melihat cuaca seperti ini, ibu harus merubah cara pandang. Di negeri ini cuaca bukanlah penghalang, berdamailah dengan cuaca. Seorang kawan senasib, selalu menyempatkan diri keluar rumah dalam cuaca apapun dengan alasan agar tidak marah-marah terus di rumah. Nyatanya warga Belanda sendiri selalu menyarankan dan melakukan hal yang sama untuk menghindari rasa bosan.

Masalah keempat terutama terjadi di awal kedatangan, yaitu masalah ekonomi. Hidup di Belanda bersama keluarga bermodalkan beasiswa PhD terbilang pas-pasan. Jumlah uang beasiswa tergantung jenis beasiswa yang diperoleh. Pada umumnya jumlah uang yang didapat berkisar antara 1200-1300 Euro, termasuk biaya housing. Potongan pajak dan asuransi kesehatan saja sudah cukup besar, apalagi bila mendapatkan rumah yang sewanya mahal. Harga rumah untuk sebuah keluarga bervariasi mulai dari 500-1000 Euro, tergantung kota tujuan. Tetapi, mencari rumah murah bukan perkara mudah karena harus antri, dan mengumpulkan sejumlah poin terlebih dulu.

Pemerintah Belanda sebetulnya memberikan subsidi rumah setiap bulan dan tunjangan anak (kinderbijslag) per 3 bulan bagi semua orang yang membayar pajak dan mempunyai resident permit. Namun persyaratan utama yang diminta adalah sofi number (nomor sosial-fiscal) dari resident permit si ibu. Sementara pengurusan resident permit sendiri cukup rumit dan membutuhkan waktu sekira 6 sampai 9 bulan. Alhasil, selama belum terselesaikan, masalah ini akan sering menjadi pemicu kegelisahan hati.

Tak ada cara lain yang dapat dilakukan selain bersabar dan mencoba untuk menghemat pengeluaran. Salah satu kiat yang dapat dilakukan untuk berhemat adalah dengan membeli barang-barang bekas layak pakai. Barang-barang ini bisa dibeli di toko barang bekas, seperti Mama Mini untuk yang tinggal di Groningen. Sebagai contoh, harga lemari bekas yang masih layak pakai bisa dibeli dengan harga 10- 20 Euro, sedangkan bila membeli dalam kondisi baru, harganya mencapai 50 �100 Euro.

Cara lain menghemat pengeluaran bisa juga dilakukan dengan memakai barang-barang hibahan dari mahasiswa Indonesia yang sudah selesai merampungkan masa studinya. Biasanya barang-barang rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, pembersih debu, peralatan memasak, dan barang lain akan dihibahkan secara gratis oleh si empunya barang. Selain itu �window shopping� sebelum berbelanja penting dilakukan. Di pasar Vismarkt Groningen, harga barang dalam jumlah dan kualitas yang sama sering dapat diperoleh dengan harga lebih murah di kios yang bersebelahan. Toko-toko tertentu setiap saat juga selalu mengadakan aanbeiding (diskon) dengan harga yang jauh lebih murah. Di penghujung musim panas atau musim dingin, hampir seluruh toko mengadakan aanbeiding 50-70 % dari harga awal. Bila sedang musim aanbeiding seperti ini, barang-barang bermerk terkenal pun dapat dibeli dengan harga terjangkau, bahkan terkadang lebih murah daripada harga di Indonesia.

Dengan mengetahui masalah dan menjalankan kiat-kiat yang ada, biasanya kekacauan hati ibu dapat berkurang, sehingga ibu dapat merasa bahagia bukan hanya ketika akhir pekan saja. Cahaya kebahagiaan yang dipancarkan ibu setiap hari akan sangat membantu kesuksesan suami belajar dan juga mengantarkan keberhasilan bagi anak-anaknya di kemudian hari.

 

火曜日, 9月 19, 2006

How To Become An Ideal Friend ?

IdealfriendIt's not easy becoming a friend or making one because a friend is not a state of mind. Its real and its in your face. A friend is someone who makes your life worth it while a little more than yesterday. While everybody has their own definitions of a "friend", the long and short of it is we all need friends to make our lives better.
                           
                           
              HONESTY IS THE BEST POLICY...
  In friendship "honesty" is the key word. One should always be honest                               to his or her friends.
                            Don't overlook their faults, even if you have none for you are his                                    friend!
                            Praise them honestly and openly.
                            Say you're sorry, when you hurt your friend. Don't let them assume it.

                           
                           
                             GIVE MORE THAN YOU TAKE...
                            Be there when they need you or you may wind up alone.
                            Love them unconditionally, that is the only condition.
                            Make them feel special, because aren't we all special?
                            Never forget them, who wants to feel forgotten.
                           

                           
         BE SUPPORTIVE...
                            Cheer them on, we all need encouragement now and then.
                            Encourage their dreams and aspiration, Life seems almost                               
                            meaningless without them.
                            Your words count, use them wisely.
                            Use good judgement.
                            Wish them luck, hopefully good
                            Eamine your motives before you "help" out
                            Just be there when they need you
                            Really listen, a friendly ear is a soothing balm
                           
                           
                                    
FORGIVENESS...
                            Forgive them for, "To Err is Human", and you just may end up making                              the same mistakes in course of time..
                           
                           
                           
          KEEP THE FAITH...
                            Have faith in them. For, there is no love without trust.
                            Zip your lips when they confide in you
                           
                           
                           
           EXPRESS YOURSELF CLEARLY
                            Know when they need a hug, and couldn't you use one?
                            Offer to help, and know when " No thanks" is just politeness
                            Quietly disagree, noisy No's make enemies
                            Verbalsise your feelings
                           
                           
                           
            HAVE FUN...
                            Get together often, misery loves company, so does glee.
                            Talk frequently, communication is important.
                           


Enjoying your friendship is the order of the day. So its not what we call a friendship if you don't feel right.
Always remember a friendship is worth it when you are able to enjoy the amazing relationship with no holds barred. It's a mutual bond for life that you cant give up.

月曜日, 8月 07, 2006

When 24 hours Are Not Enough...

The Mayonnaise Jar and 2 cups of coffee
 

When things in your life seem almost too much to
handle, when 24 hours in a day are not enough,
remember the mayonnaise jar and the 2 cups of coffee.
 
A professor stood before his philosophy class and had
some items in front of him. When the class began,
wordlessly, he picked up a very large and empty

mayonnaise jarMayo_jar and Balls2_1proceeded to fill it with golf
balls
Pebbles_porphypy_grey_small.


He then asked the students
if the jar was full. They
agreed that it was.
 

The professor then picked up a box of
 pebbles and
poured them into the jar.  He shook the jar lightly.
The pebbles rolled into the open areas between the
golf balls.  He then asked the students again if the
jar was full. They agreed that it was.


 
Sand
The professor next picked up a box of sand and poured
it into the jar. Of course, the sand filled up
everything else. He asked once more if the jar was
full. The students responded with a unanimous "yes".
 
The professor then produced
 two cups of coffee Two_coffee_cups_bigfrom
under the table and poured the entire contents into
the jar, effectively filling the empty space between
the sand.  The students laughed.

"Now," said the professor, as the laughter subsided,
"I want you to recognize that this jar represents your
life.  The golf balls are the important things in your
life --
 your God, your family, your children, your
beloved one, your health, your friends and your
favorite passions -- things that if everything else
was lost and only they remained, your life would still
be full
.
 
The pebbles are the other things that matter like your
job, your house, and your car
.

The sand is everything else -- the small stuff."
 
"If you put the sand into the jar first," he
continued, "there is no room for the pebbles or the
golf balls.  The same goes for life.
If you spend all
your time and energy on the small stuff, you will
never have room for the things that are important to
you.  Pay attention to the things that are critical to
your happiness
Play with your children. Take time to
get medical checkups.  Take your beloved one out to
dinner. Play another 18 holes.  There will always be
time to clean house and fix the disposal.
   
  Take care of the golf balls first -- the things that
really matter.
  Set your priorities.  The rest is just
sand."
 
One of the students raised her hand and inquired what
the coffee represented.  The professor smiled. "I'm
glad you asked.  It just goes to show you that
 no
matter how full your life may seem, there's always
room for a couple of cups of coffee with a friend
."


Thanks to my lil sista Melly for sending me this story...miss u!!

火曜日, 3月 28, 2006

A carrot, An Egg and A Cup of Coffee...

I am really impressed by this story...it was sent from one of my friend (Thanks to Mina...)


    A young woman went to her mother and told her about
her life and how things were so hard for her. She did
not know how she was going to make it and wanted to
give up. She was tired of fighting and struggling. It
seemed as one problem was solved, a new one arose.

    Her mother took her to the kitchen. She filled three
pots with water and placed each on a high fire. Soon
the pots came to boil. In the first she placed
carrots, in the second she placed eggs, and in the
last she placed ground coffee beans. She let them sit and boil,
without saying a word.

    In about twenty minutes she turned off the burners.
She fished the carrots out and placed them in a bowl.
She pulled the eggs out and placed them in a bowl.
Then she ladled the coffee out and placed it in a
bowl.

    Turning to her daughter, she asked, "Tell me, what do
you see?"
"Carrots, eggs, and coffee," she replied

    Her mother brought her closer and asked her to feel
the carrots. She did and noted that they were soft.
The mother then asked the daughter to take an egg and
break it. After pulling off the shell, she observed
the hard boiled egg. Finally, the mother asked the
daughter to sip the coffee. The daughter smiled as she
tasted its rich aroma. The daughter then asked, "What
does it mean, mother?"

    Her mother explained that each of these objects had
faced the same adversity .. boiling water. Each
reacted differently.


CarrotThe carrot went in strong, hard,and unrelenting. However, after being subjected to the boiling water, it softened and became weak.


EggEgg1The egg had been fragile. Its thin outer shell had
protected its liquid interior, but after sitting
through the boiling water, its inside became hardened.


CofffeebeansThe ground coffee beans were unique, however. After
they were in the boiling water, they had changed the
Coffee water.


   

 

"Which are you?" she asked her daughter. "When adversity knocks on your door, how do you respond? Are you a carrot, an egg or a coffee bean?"

Think of this: Which am I?
    Am I the carrot that seems strong, but with pain
and adversity do I wilt and become soft and lose my
strength.

    Am I the egg that starts with a malleable heart,
but changes with the heat? Did I have a fluid spirit,
but after a death, a breakup, a financial hardship or
some other trial, have I become hardened and stiff?
Does my shell look the same, but on the inside am I
bitter and tough with a stiff spirit and hardened
heart?

    Or am I like the coffee bean? The bean actually
changes the hot water, the very circumstance that
brings the pain. When the water gets hot, it releases
the fragrance and flavor. If you are like the bean
when things are at their worst, you get better and
change the situation around you.


    When the hour is the darkest and trials are their
greatest, do you elevate yourself to another level?
How do you handle adversity? Are you a carrot, an egg
or a coffee bean?

    May you have enough happiness to make you sweet,
enough trials to makeyou strong, enough sorrow to keep
you human and enough hope to make you happy.
The happiest of people don't necessarily have the best
of everything
...
they just make the most of everything that comes
along their way. The brightest future will always be
based on a forgotten past
...
You can't go forward in life until you let go of your past failures and heartaches.

    When you were born, you were crying and everyone
around you was smiling.

    Live your life so at the end, you're the one who is
smiling and everyone around you is crying.


You might want to share this message to those people who mean
something to you (I JUST DID); to those who have
touched your life in one way or another; to those who
make you smile when you really need it; to those who
make you see the brighter side of things when you are
really down; to those whose friendship you appreciate;
to those who are so meaningful in your life.

Now.....


Yokoso  ようこそ


  • Thanks for dropping by & don't forget to leave comments

  • Sign my Guestbook from Bravenet.com 

Most Read Blogs


Through The Lens

  • Up, Close & Personal

My Blog's Visitor Counter

Where Are You ?

  • starting from Feb 8th '07
    Locations of visitors to this page

Shouts !


  •  
     

My Blog's Banner

  • Just another easy way to link my blog...
    http://yasmin1076.blogs.friendster.com/mutiaraiin/

  • Add to Technorati Favorites